Mbah Wagiman ditemani istrinya Samiyem, warga Desa Selodoko, Kecamatan Ampel, Boyolali. Foto: Ist.
BOYOLALI - Mbah Wagiman ditemani istrinya, Samiyem tak henti-henti memperlihatkan senyum bahagia, sembari menikmati teh hangat dan jajan tradisional di ruang tamu rumahnya. Di usia 70 tahun, pasangan suami istri warga Desa Selodoko, Kecamatan Ampel, Boyolali ini dapat hidup nyaman dan sehat di sebuah rumah bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Rumah berkonsep susun panel instan (Ruspin)
itu berdiri kokoh menggantikan bangunan sebelumnya yang sangat memprihatinkan.
Dinding dari kayu, yang kerangka tiangnya sudah rapuh. Ditambah bagian atap
yang bolong-bolong membuat sinar matahari menembus ke dalam ruangan rumah, atau
bocor saat musim hujan tiba.
Kini, rasa dag dig dug karena was-was lenyap dan berganti menjadi kebahagiaan. Yah, Mbah Wagiman dan Mbah Samiyem tinggal di rumah yang jauh lebih layak dan sehat. Dinding yang kokoh dan atap yang tidak bocor lagi, ditambah lengkap dengan ruang tamu menyatu ruang keluarga, dapur kamar mandi dan kamar tidur. “Senang, karena rumahnya lebih bagus, nyaman dan sehat,” ujar Mbah Samiyem, saat ditemui Selasa (24/6/2025).
Dia menunjukkan, rumahnya sangat kokoh dan bersih. Baik ruang tamu, dapur, kamar tidur, dan sebagainya. “Rumahnya sekarang kokoh dan bersih. Beda sama yang dulu. Kalau rumah yang dulu itu hoyak-hoyak (rawan roboh),” paparnya.
Mbah Samiyem juga mengaku rasa was-was yang
sering menghinggap di hatinya saat musim hujan tiba, karena takut rumahnya
roboh, kini hilang dan hidup lebih nyaman dan tenang.
“Kalau dulu takut kalau rumahnya roboh,
sekarang tidak lagi karena rumahnya kokoh, dan tidak bocor lagi,” lanjutnya.
Mbah Wagiman menambahkan, dia bersama
istrinya sudah puluhan tahun menempati rumahnya yang rapuh itu. Hingga
akhirnya, tanpa disangka Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bertamu ke rumahnya,
dan memberikan bantuan bedah rumah.
“Yang membantu Pak Gubernur. Terima kasih Pak Gubernur sekarang rumahnya sudah jadi. Nyaman dan sehat,” tuturnya.
17 Ribu RTLH Direnovasi
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa
Tengah, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat program
bantuan RTLH. Pada 2025, ditargetkan menangani 17.510 unit rumah dengan rincian
Bankeupemdes sebanyak 17.000 unit, dan backlog 510 unit.
“Penanganan RTLH sampai saat ini masih
terus berjalan. Untuk tahun 2025 ditargetkan 17 ribu lebih unit (rumah) untuk
kita tangani,” ungkap Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan.
Selain APBD, penanganan RTLH dan backlog juga diupayakan melalui dana CSR perusahaan dan lembaga sosial, seperti Baznas Provinsi, Baznas Kabupaten/Kota, lembaga zakat swasta, dan Ormas, seperti NU dan Muhamadiyah. “Kami terus berupaya untuk penanganan RTLH dan backlog, sesuai arahan Pak Gubernur,” tandasnya.

0 Komentar