Pembalap M. Kiandra
Ramadhipa (32) tampil memukau dalam gelaran FIM JuniorGP World Championship di
sirkuit Magny-Cours, Prancis pada 5-6 Juli 2025. Dia meraih podium tertinggi
dalam race pertama balap European Talent Cup (ETC). Foto: Ist. JAKARTA - Pembalap M.
Kiandra Ramadhipa tampil memukau dalam gelaran FIM JuniorGP World Championship
di sirkuit Magny-Cours, Prancis pada 5-6 Juli 2025. Pembalap binaan PT Astra
Honda Motor (AHM) ini berhasil melaju kencang dan mencetak sejarah dengan meraih
podium tertinggi dalam race pertama balap European Talent Cup (ETC). Sebelumnya,
pembalap binaan AHM lainnya, Veda Ega Pratama menang di RedBull Rookies Cup
(RBRC) Italia.
Raihan Ramadhipa sekaligus
menjadi prestasi pertama pembalap Indonesia di balapan bergengsi benua Eropa
ini. Pada balapan pertama ETC yang berlangsung Minggu, 6 Juli 2025 Ramadhipa
yang turun bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team tampil luar biasa.
Kondisi track yang hujan,
membuat jadwal start ditunda sebanyak dua kali. Lintasan basah menjadi
tantangan untuk Ramadhipa yang baru pertama kali turun di lintasan arena balap ini. Balapan pun
dikurangi menjadi sembilan lap atas penundaan jadwal start.
Pemuda asal Sleman,
Yogyakarta ini mampu melakukan start dengan baik dari posisi 2. Persaingan di
grup depan sangat rapat dengan diisi pembalap yang cukup banyak. Beberapa pembalap
melakukan slipstream terhadap Ramadhipa dalam beberapa kesempatan, hingga
membuatnya sempat tergeser ke posisi ke-8. Namun, dia bisa bangkit dan berada
di posisi empat besar pada lap kedua terakhir.
Memulai lap terakhir
dengan berada di posisi kedua, Ramadhipa turun ke posisi ketiga di sektor
pertama. Tetapi, dia berhasil melewati dua pembalap di depan, lalu memimpin
balapan dan bertahan hingga akhir. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di
Magny Cours dan menjadi capaian bersejarah pertama kali dari pembalap Indonesia
di sirkuit ini.
Balapan kedua juga masih
berlangsung di lintasan basah. Ramadhipa melakukan start dengan bagus dan
bertahan di posisi kedua. Namun, dia dilewati dua pembalap dan berada di posisi
keempat grup terdepan. Ramadhipa mencoba bertahan dengan tiga pebalap di depan,
tetapi tidak mudah, sehingga ia tertinggal. Bersaing sendiri di posisi keempat,
Ramadhipa semakin terpisah dari tiga pebalap di depan sekaligus para pebalap di
belakangnya, ditambah hujan yang mempengaruhi lintasan. Dia hampir melakukan
kesalahan di lap ketujuh yang membuatnya bergoyang hebat di atas motor, tetapi
ia bisa melakukan penyelamatan dan bertahan.
Tak berselang lama, pembalap
di urutan kelima mengalami highside, dan akhirnya balapan dihentikan setelah
bendera merah keluar. Ramadhipa finish di posisi empat dan meraih 13 poin
penting dengan total 73 poin. Kini ia berada di peringkat keempat klasemen.
“Kondisi hari ini sulit,
tetapi sangat berbeda antara kedua balapan. Saya bisa bertahan di grup depan
hingga lap-lap akhir. Akhirnya, saya berusaha memimpin balapan dan berhasil.
Saya sangat senang dengan kemenangan pertama kami di ajang ini. Saya ingin
mendedikasikan kemenangan ini untuk Borja Gomez (mantan pembalap Moto2 yang
meninggal di Magny Cours) dan seluruh warga Indonesia. Pada race kedua, kondisinya
lebih buruk dan target saya adalah bisa finish. Saya mengendalikan diri dan
mencoba untuk tidak buru-buru, hingga bisa mengamankan 13 poin penting untuk
klasemen. Saya hampir terjatuh, tetapi yang terpenting adalah hasil akhir. Saya
sangat senang dengan apa yang kami capai di Magny-Cours,” ujar Ramadhipa.
Poin Perdana
Balapan JuniorGP
berlangsung di lintasan basah karena hujan yang belum pernah dihadapi Veda sebelumnya.
Jumlah lap pun dikurangi menjadi 10, saat lap pertama berjalan, tiga pebalap
sudah terjatuh. Veda yang memulai jalannya balapan dari posisi ke-12 melakukan
start dengan aman. Pembalap Astra Honda Racing Team tersebut berada di belakang
rekan satu timnya Zen Mitani, dengan konsisten.
Memasuki lap ke-8, bendera
merah berkibar setelah ada pembalap terjatuh di tikungan 13. Balapan akhirnya
dihentikan lebih awal. Atas hasil finis di posisi ke-12, Veda berhak meraih
empat poin dan saat ini berada di posisi ke-19 klasemen sementara.
“Balapan hari ini sulit
karena kondisi basah yang membuat lintasan jadi sangat licin. Saya mencatat peningkatan
lap demi lap dan saya sudah melakukan yang terbaik. Inilah hasil yang kami
dapatkan di Magny-Cours, tetapi paling tidak kami meraih poin perdana musim ini
di JuniorGP. Kami akan berjuang lagi di MotorLand agar bisa meraih hasil lebih baik
sebelum jeda musim panas,” ujar Veda.
General manager Marketing
Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya mengatakan capaian bersejarah dan poin
penting yang diraih oleh pebalap binaan Honda merupakan wujud kerja keras serta
kemampuan adaptasi yang mereka miliki.
“Meskipun baru pertama
kali balapan di Prancis, kedua pebalap binaan kami mampu beradaptasi cepat, kompetitif,
bahkan mencetak prestasi yang membanggakan bagi Indonesia. Semoga semangat Satu
Hati yang mereka tunjukan bisa menginspirasi generasi muda dalam memperjuangkan
mimpinya,” ujar Andy.
Putaran FIM JuniorGP
berikutnya akan berlangsung pada 24-27 Juli 2025 di MotorLand Aragon, sirkuit
yang sudah dikenal oleh kedua pebalap tersebut. Namun, sebelum berangkat ke
Spanyol, Veda dan juga Ramadhipa akan turun pada putaran kelima Red Bull
Rookies Cup di Sirkuit Sachsenring, Jerman, 12-13 Juli 2025.
0 Komentar