Ticker

6/recent/ticker-posts

Pengamat Solo Sebut Pemilu Raya PSI Terobosan Demokrasi Partai Modern

Pengamat politik dari Solo, Dr Drs Suwardi Msi. Foto: Ist. 


SOLO - Pengamat politik dari Solo, Dr Drs Suwardi Msi menyebut pemilu raya yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai terobosan luar biasa. Alasannya, pemilihan ketua umum PSI dengan sistem  one man one vote belum pernah digunakan partai lain. 


"Partai yang lain kan belum pernah ada. Biasanya pemilik suara itu ada pada DPD ya kalau untuk ketua umum. DPD kabupaten/kota, ada pada DPD provinsi atau DPW provinsi, begitu. Kemudian ditambah dengan hak suara yang dimiliki oleh DPP," ujar Suwardi, Rabu (16/7/2025).

Dalam sistem pemilihan yang digunakan sebagian besar partai saat ini, pengurus DPP memiliki hak suara paling banyak. Namun belum pernah ada seluruh anggota partai yang masing-masing juga memiliki hak suara atau one man one vote. 

"Baru ada di PSI, menurut saya praktek demokrasi yang ditunjukkan PSI luar biasa," katanya. 

Jika partai politik lain menyelenggarakan kongres, lanjutnya, biasanya yang datang terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang memiliki hak suara dan kelompok anggota partai yang datang sebagai penggembira. Berbeda dengan PSI, semua yang berstatus anggota partai terdaftar, memiliki hak suara.

"Itu kemudian didukung oleh sistem informasi yang cukup solid di partai itu. Partai lain kan belum punya. Jadi memang yang dilakukan PSI pada Kongres tahun 2025 ini merupakan terobosan partai modern yang mestinya partai lain ke depan harus mencontoh apa yang dilakukan PSI itu," katanya.

Dosen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo ini mengemukakan, pemilihan ketua umum partai bukan sekedar kumpul kumpul untuk aklamasi. Sebab dengan sistem pemilihan aklamasi banyak yang dirugikan. 

"Dalam arti begini, aklamasi dalam konteks demokrasi yang dulu pernah dilembangkan di orde baru, itu sebagai musyawarah mufakat," ungkapnya.

Ia menilai sistem musyawarah mufakat dalam demokrasi tidak terlalu bisa dipercaya. Sebab terkadang keputusan yang diambil tidak sesuai hati nurani. 

"Itu kalau musyawarah mufakat itu menurut saya nggak demokratis. Yang demokratis itu ya one man one vote. Kemudian juga setiap orang dibebaskan untuk memiliki pemilihan masing-masing. Kalau perlu sifatnya adalah luber, langsung, umum, bebas. Kalau rahasia memang agak susah ya, karena aplikasi itu bisa ditrace, siapa memilih siapa." katanya. 

Dengan sistem one man one vote, ada beberapa keuntungan yang dimiliki, di antaranya seluruh anggota ikut merasa dilibatkan, merasa ikut memiliki partai politik. 

"Karena semua ikut merasa handarbeni (memiliki),  sense of belonging terhadap partai, maka ke depan diharapkan partai itu menjadi partai kader yang solid. Tinggal sekarang roh partainya itu ada pada apa. Kalau sistem demokrasi yang diterapkan sudah bagus, sudah menuju pada gelagat sebuah praktek demokrasi yang modern, yang luar biasa didukung dengan teknologi informasi," ucapnya.

"Catatan ke depan menurut saya, roh partainya itu apa? Landasan ideologis yang ingin diperjuaangkan partai itu apa? citra dari partai politik itu apa? di Indonesia ini kan ada partai nasional, ada partai sosialis demokrat, ada partai Islam, ada tradisonalis Jawa. Nah ini PSI rohnya mau ditaruh dimana?," ucapnya. 

Suwardi optimistis dengan menerapkan sistem one man one vote, ke depan PSI akan meraup suara lebih besar.

"Saya kok merasa iya ya (optimistis perolehan suara lebih besar). Karena soliditas dari seluruh anggota itu akan terbentuk sejak kongres ini. Soliditas, rasa handarbeni, kemudian ditambah satu lagi, coba pertegas PSI sebagai sebuah kader akan mencitrakan dirinya sebagai partai nasionalis atau seperti apa?. Kalau misalnya nasionalis lalu apa bedanya dengan PDIP, Golkar, Nasdem, Demokrat dan lainnya. Itu harus dipertegas," tuturnya. 

PSI diharapkan memiliki citra di luar itu guna mengisi kekosongan-kekosongan di dalam proses proses ideologi politik. Dirinya melihat ada ruang kosong yang belum digarap oleh partai politik, sehingga harus mampu ditangkap dengan jeli oleh PSI. 

Posting Komentar

0 Komentar