Ticker

6/recent/ticker-posts

UMS Cetak Kader Berkarakter Juara Melalui Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci

UMS kembali menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Foto: Ist. 


SOLO - Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Kegiatan yang berlangsung di GOR Kampus II UMS itu diikuti sebanyak 100 mahasiswa dari berbagai angkatan.

UKT tahun ini mengusung tema “Mencetak Kader yang Berkarakter JUARA untuk Tapak Suci yang Tangguh dan Berakhlak Mulia”, yang menitikberatkan pada pembentukan karakter mahasiswa melalui nilai-nilai JUARA, yaitu Jujur, Ulet, Aktif, Respek, dan Amanah.

Ketua Panitia UKT, Dika Dwi Pratama Putra, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar proses kenaikan tingkat dalam bela diri, tetapi juga bagian dari sistem kaderisasi dan pembentukan karakter mahasiswa FKIP UMS. 

“Kami ingin mencetak kader yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berakhlak mulia. Karakter JUARA menjadi dasar dalam setiap tahapan latihan maupun ujian,” kata Dika Dwi Pratama Putra melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/7/2025). 

Sejalan dengan hal itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah Tapak Suci FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menyampaikan bahwa UKT menjadi sarana integrasi antara pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

“Melalui Tapak Suci sebagai mata kuliah wajib, kami harapkan FKIP UMS menjadi laboratorium kaderisasi Muhammadiyah yang berjiwa nasionalis dan religius,” kata Dosen UMS itu.

Dalam pelaksanaannya, peserta UKT mengikuti serangkaian tahapan mulai dari pemanasan, demonstrasi jurus dasar dan lanjutan, aplikasi teknik bela diri, hingga penilaian spiritual dan karakter. Ujian ini dipandu oleh para pelatih bersertifikat Tapak Suci serta dosen pengampu, dengan suasana yang penuh semangat namun tetap tertib dan khidmat.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan disiplin selama proses ujian berlangsung. Selain aspek teknis bela diri, panitia turut menekankan pentingnya sikap sportif, ketekunan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai ke-Muhammadiyahan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Melalui kegiatan ini, FKIP UMS menunjukkan komitmennya dalam melahirkan pesilat muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki kepribadian Islami, cinta budaya bangsa, serta siap menjadi kader persyarikatan, bangsa, dan umat di masa depan. 

 

Posting Komentar

0 Komentar