ICMI Goes to Campus digelar di UNS Solo, Senin (6/10/2025). Foto: Ist.
SOLO - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Goes to Campus diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Dengan mengangkat tema ‘Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence’, kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Senin (6/10/2025).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. dan para narasumber ICMI Goes to Campus. Diantaranya Wakil Ketua Umum ICMI bidang Perempuan, Anak, Pemuda dan Kesehatan, Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc.; Dr. Herawati Tarigan; Dr. dr. Endra Yustin Ellistasari, M.Sc., Sp.D.V.E.; Ir. Bambang Sutrisno; Dr. Tuty Mariani, M.M.; dan Prof. Nuryani, S.Si., M.Si., Ph.D.
Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si. menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran pengurus ICMI.
“Terima kasih kami sampaikan atas kepercayaannya menjadikan UNS sebagai salah satu tujuan kegiatan ICMI Goes to Campus. Kehadiran ICMI di kampus kami tentu membawa semangat baru dalam membangun pemikiran yang konstruktif bagi bangsa, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan era digital".
Prof. Hartono menambahkan bahwa tema kegiatan ICMI Goes to Campus, yaitu Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence, merupakan isu yang sangat penting dan aktual. Perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, telah membawa perubahan besar dalam hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk kehidupan keluarga. Ketahanan keluarga sebagai pilar utama bangsa tidak boleh tergerus oleh derasnya arus transformasi teknologi, melainkan harus diperkuat dengan pemahaman, adaptasi, dan nilai-nilai moral yang kokoh.
UNS sendiri menyadari betul perkembangan ini, sehingga kami sedang merancang untuk menerbitkan Peraturan Rektor tentang Kecerdasan Buatan di lingkungan UNS. Langkah ini menjadi komitmen UNS dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi, sekaligus mengantisipasi dampaknya terhadap proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta keamanan siber di lingkungan akademik.
“UNS ingin menjadi kampus yang mampu merangkul perkembangan teknologi, salah satunya dalam pemanfaatan AI yang bijak, bertanggung jawab, dan berdampak positif,” terang Prof. Hartono.
Kegiatan ICMI Goes to Campus ini juga sejalan dengan rencana strategis UNS, yakni DREAMTEAM, yang di dalamnya terdapat nilai ACTIVE, dimana UNS membuka ruang seluas-luasnya untuk berkolaborasi. Kehadiran ICMI Goes to Campus dengan tema besar yang diangkat tentu semakin memperkaya ruang akademik UNS dan memperkuat komitmen untuk melahirkan generasi yang tangguh, berilmu, dan berkarakter.
Lebih dari itu, ketahanan keluarga sebagai salah satu isu utama ICMI juga sangat sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menempatkan keluarga sebagai madrasah pertama. Dalam keluarga, nilai iman, akhlak, dan ilmu ditanamkan sebagai fondasi utama, sehingga di tengah derasnya arus digitalisasi, keluarga tetap menjadi benteng moral dan penjaga karakter bangsa.
Sementara itu, Ketua ICMI, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. dalam sambutannya secara daring menyampaikan bahwa kegiatan ICMI Goes to Campus rutin dilakukan sebagai upaya membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam membahas isu-isu aktual. Salah satu isu penting yang saat ini perlu dicermati adalah penguatan AI dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sosial.
“Pertanyaannya, bagaimana AI memengaruhi masyarakat dan ketahanan keluarga? ICMI memiliki komitmen untuk terus membangun awareness bersama masyarakat, agar kita bisa menghadapi perubahan ini dengan bijak dan siap. Semoga upaya kita bersama membawa manfaat yang luas,” terang Prof. Arif Satria.
Dalam ICMI Goes to Campus, Prof. Riri Fitri Sari menyampaikan materi tentang Ketahanan Keluarga di Era Kecerdasan Buatan; Dr. Herawati Tarigan menyampaikan materi LGBT dan Perkembangannya di Indonesia; Dr. dr. Endra Yustin Ellistasari, M.Sc., Sp.D.V.E. menyampaikan materi Remaja dan Perubahannya; Ir. Bambang Sutrisno menyampaikan materi tentang Kolaborasi Pentahelix dalam Mendorong Kewirausahaan dan Dr. Tuty Mariani menyampaikan materi Pendidikan dan Ketenagakerjaan di Indonesia.

0 Komentar