SOLO – Laily Furaida, Mahasiswa Program Studi (Prodi) S3 Penyuluhan Pembangunan/ Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo berhasil meraih gelar Doktor atas kepeduliannya pada kelompok rentan, yang terwujud melalui penelitiannya.
Dalam penelitian yang dilakukan, Laily menganalisis implementasi pemberdayaan difabelpreneur melalui Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN wilayah Eks-Karesidenan Surakarta, serta menemukan model pemberdayaan difabelpreneur yang ideal.
“Model pemberdayaan difabelpreneur yang telah direkomendasikan menawarkan pelibatan aksi bersama sebagai bentuk collaborative governance yang melibatkan elemen-elemen yang lebih luas dalam satu forum asosiasi yang terintegrasi dalam peran dan fungsi masing-masing,” papar Laily melalui keterangan tertulis, Rabu (12/11/2025).
Menurut istilah, Laily menambahkan bahwa CSR BUMN Inklusif, yaitu sebuah model tanggung jawab sosial dan lingkungan berorientasikan pada keadilan sosial, kesetaraan akses dan partisipasi aktif dari kelompok rentan dalam pembangunan melalui kemitraan kolaboratif antara BUMN, pemerintah dan masyarakat guna menciptakan kemandirian dan keberlanjutan bersama.
CSR BUMN Inklusif lebih menekankan pada partisipasi sejajar antara perusahaan, masyarakat dan pemerintah dalam perencanaan sekaligus pelaksanaan program. CSR BUMN juga memberikan akses setara terhadap sumber daya, peluang dan manfaat program tanpa diskriminasi. Dalam CSR BUMN ada juga pemberdayaan berkelanjutan, yaitu upaya peningkatan kapasitas dan kemandirian penerima manfaat agar tidak bergantung pada bantuan korporasi.
Sinergi multiaktor dalam kerangka collaborative governance pun dikenalkan melalui penelitian ini, di mana BUMN berperan sebagai katalis sosial yang menghubungkan dunia usaha dengan kepentingan publik serta keberlanjutan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, BUMN sekaligus menjamin hasil program CSR guna memperkuat kesejahteraan bersama, bukan hanya reputasi korporasi.
Penelitian ini mengangkat isu menarik sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) oleh UNS sebagai institusi. Beberapa SDGs tersebut adalah SDG ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, tergambar melalui proses panjang penelitian yang menghasilkan model tervalidasi dan layak untuk digunakan di masyarakat; ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan dengan memberikan perhatian penuh pada kelompok rentan; dan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan antara pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat.
Prof. Dr. Ravik Karsidi, M.S. selaku Promotor yang juga Anggota Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) memberikan apresiasi tinggi kepada Laily karena yang bersangkutan telah menemukan dan menyarankan pelaksanaan CSR BUMN Inklusif.
“Ini bisa menjadi pilihan paradigma baru dari pelaksanaan CSR selama ini,” terang Prof. Ravik.
Sedangkan, Prof. Faisal, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Penguji Eksternal yang menjabat Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip), yang juga Guru Besar bidang CSR ini menyampaikan bahwa hasil penelitian Dr. Laily ini adalah sesuatu yang baru dan sangat penting diikuti oleh praktik-praktik CSR selanjutnya.
“Implikasi dari temuan disertasi ini sangat bermanfaat tidak hanya dari sisi akademisi tetapi juga untuk pembuatan kebijakan oleh pemerintah terkait bagaimana model difabelpreneur berbasis CSR mampu memberikan landasan untuk pemberdayaan komunitas difabel,” ujar Prof. Faisal.
Temuan dari penelitian ini akan mampu memberikan landasan bagi pengembangan riset dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya bagaimana implementasi model difabelpreneur dapat digunakan untuk melihat faktor apa saja yang harus dipertimbangkan dalam program pemberdayaan bagi komunitas difabel.

0 Komentar