JAKARTA — Kota Surakarta (Solo) meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI atas keberhasilannya bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menyediakan kebutuhan darah yang tinggi di wilayahnya.
Penghargaan diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025 yang digelar di Balai Kartini, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Kota Solo menjadi satu dari 10 kota/kabupaten yang menerima apresiasi Kemenkes. Daerah lainnya yaitu Kota Banda Aceh, Kota Metro, Kota Bukittinggi, Kota Administrasi Jakarta Pusat, Kota Magelang, Kota Yogyakarta, Kota Mojokerto, Kota Denpasar, dan Kota Mataram.
Penghargaan diserahkan oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat PPID Kemenkes, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, dr. Retno Erawati Wulandari, serta pengurus PMI Kota Solo , Bapak Moeljoto Soetikno Siek.
Dalam sambutannya, dr. Azhar Jaya, menilai capaian ini merupakan hasil perencanaan matang dan implementasi yang berkelanjutan di bidang kesehatan.
“Pemerintah Kota Surakarta tidak sekadar mengejar pencapaian administratif, tetapi memastikan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat benar-benar terpenuhi. Ini adalah praktik baik yang diharapkan dapat ditiru daerah lain,” ujarnya.
Data dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Solo periode Januari–November 2025, menunjukkan total donasi darah donor mencapai 89.193 kantong, jumlah pendonor sukarela sebanyak 109.522 orang, persentase pendonor sukarela sebanyak 122,78 persen melampaui dari target nasional ≥ 90%.
Dalam memenuhi kebutuhan darah bagi Rumah Sakit di Surakarta periode Januari-November 2025, PMI Kota Surakarta mencatat total permintaan darah 116.726* kantong, jumlah yang berhasil dipenuhi 115.054 kantong, tingkat pemenuhan mencapai 99 persen dari target 100 persen.
PMI Kota Surakarta selalu berupaya memenuhi ketersediaan darah melalui berbagai upaya seperti memperluas kegiatan donor darah rutin, memperkuat edukasi dan promosi kepada masyarakat, memberikan fasilitas donor yang nyaman dan lengkap, serta memastikan distribusi darah memenuhi standar mutu tinggi. Partisipasi para pendonor dari wilayah Surakarta dan luar kota Surakarta juga berperan besar dalam menjaga stabilitas ketersediaan stok darah.
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen PMI dan Pemerintah Kota Surakarta dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memastikan kebutuhan darah masyarakat selalu terpenuhi.

0 Komentar