SOLO — Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta (Solo) Astrid Widayani menghadiri Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Car Free Day Solo, Minggu, 7 Desember 2025. Astrid menegaskan peringatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menanggulangi HIV/AIDS di Kota Solo.
“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen kita untuk terus bergerak bersama mengatasi tantangan penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Surakarta,” ujar Astrid.
Ia menyampaikan bahwa data peningkatan temuan kasus HIV dan AIDS harus menjadi perhatian serius. Hingga September 2025, tercatat 1.505 kasus di Surakarta dengan dominasi usia remaja dan usia produktif.
Fakta bahwa terdapat 20 kasus baru pada kelompok usia 0–19 tahun hanya pada bulan September, menjadi peringatan kuat bahwa generasi muda membutuhkan perlindungan dan pendampingan yang lebih intensif.
“Angka ini adalah alarm bagi kita semua. Surakarta berada di peringkat kedua di Jawa Tengah dalam prioritas penanggulangan HIV/AIDS. Ini menunjukkan tugas kita besar dan harus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.
Tema peringatan tahun ini yaitu “The Youth Generation with Action for HIV AIDS”, menempatkan generasi muda sebagai agen perubahan. Pemerintah akan melibatkan karang taruna dan berbagai organisasi kepemudaan dalam edukasi, pencegahan, dan penyebaran informasi yang benar terkait HIV/AIDS.
Wakil Wali Kota juga menekankan bahwa penanggulangan HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama lintas sektor.
“Kita melibatkan pemuka agama, sekolah-sekolah, hingga kelurahan dalam sosialisasi. Tujuannya jelas, mencapai target 95-95-95 pada tahun 2030 dan menghapus stigma serta diskriminasi,” jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya empati dan dukungan terhadap ODHA (Orang dengan HIV/AIDS).
“ODHA adalah bagian dari kita. Mereka bukan untuk dijauhi, tetapi harus dirangkul dan didukung agar tetap hidup sehat, produktif, dan bermartabat,” tambahnya.
Melalui peringatan ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap pemahaman masyarakat—khususnya generasi muda—terhadap pencegahan, testing, pengobatan, dan pendampingan HIV/AIDS terus meningkat. Sinergi seluruh pihak diharapkan semakin kuat sehingga layanan dapat diakses secara adil dan merata.
Di akhir sambutan, Astrid menyampaikan apresiasi kepada KPA Kota Surakarta dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai penguatan tekad bersama. Dengan kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata, kita bisa menekan laju epidemi dan membangun Kota Surakarta yang lebih sehat dan inklusif,” ucapnya.
0 Komentar