Ticker

6/recent/ticker-posts

FKIP UMS Hadirkan Pakar dari Kanada, Bahas Peran Permainan Tradisional dalam Student Well-Being

Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS menggelar International Guest Lecture. Foto: Ist. 

SOLO - Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan akademik dan wawasan global. Salah satunya melalui penyelenggaraan International Guest Lecture bertema “Promoting Student Well-Being Through Traditional Games in School Physical Education”. 

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (6/1/2026) dan diikuti oleh dosen serta mahasiswa Pendidikan Jasmani. Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menyampaikan bahwa kegiatan International Guest Lecture ini menjadi bagian dari upaya program studi dalam mengintegrasikan pendidikan jasmani dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter generasi muda.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menyinergikan tema permainan tradisional sebagai salah satu alternatif pembelajaran pendidikan jasmani yang berorientasi pada pembentukan karakter. Mahasiswa juga diharapkan memahami pentingnya mempelajari dan melestarikan budaya melalui permainan tradisional, karena permainan tradisional dapat menjadi sarana efektif dalam pembentukan karakter peserta didik,” tegasnya, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan bahwa permainan tradisional memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai model pembelajaran pendidikan jasmani yang kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik bertaraf internasional yang adaptif terhadap perkembangan global, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan pembelajaran pendidikan jasmani yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Kuliah tamu internasional tersebut menghadirkan Dr. Tomas Febrian dari Kanada sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Tomas membahas secara komprehensif peran strategis permainan tradisional (traditional games) dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan (student well-being) dan pembentukan karakter peserta didik.

Ia menekankan bahwa permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter, penguatan nilai budaya, serta sarana pembelajaran sosial dan emosional. Menurutnya, pendidikan jasmani akan memiliki peran yang semakin penting menuju tahun 2030, sejalan dengan kebijakan global yang dicanangkan oleh UNESCO.

“Permainan tradisional mampu meningkatkan karakter peserta didik. Pendidikan jasmani di tahun 2030 sangat penting karena melalui pendidikan jasmani siswa dapat belajar banyak gerak. Program UNESCO 2030 juga menekankan pentingnya aktivitas fisik. Permainan tradisional memberikan manfaat besar karena mendorong siswa untuk aktif bergerak, menekan kecemasan, serta menjadi sarana belajar budaya,” jelas Tomas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa permainan tradisional merupakan permainan berbasis komunitas yang mampu membangun interaksi sosial, kerja sama, sportivitas, serta empati. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam menjawab tantangan pendidikan modern yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga penguatan karakter dan kesehatan mental peserta didik. 
 

Posting Komentar

0 Komentar