Ticker

6/recent/ticker-posts

Dosen UMS Ingatkan Peluang dan Risiko AI Antara Efisiensi Kerja dan Ancaman Keamanan Data

Aditya Nur Cahyo S.Kom M.Eng, akademisi bidang Keamanan Siber Pendidikan Teknik Informatika (PTI) UMS. Foto : Ist.

SURAKARTA -
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI)dinilai membawa manfaat juga menyimpan resiko paada keamanan data dan kemampuan berpikir penggunanya. 

Dosen Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Aditya Nur Cahyo S.Kom M.Eng mengatakan, akademisi bidang keamanan siber menjelaskan terkait peluang dan tantangan penggunaan AI di era digital. Utamanya melalui teknologi Large Language Model (LLM) yang mampu membantu berbagai aktivitas manusia.

Menurut dia, teknologi AI kini tidak hanya digunakan sebagai alat bantu, tetapi juga mampu bekerja layaknya manusia melalui sistem agen digital. “Sekarang AI bukan sekadar menjawab pertanyaan, tapi sudah bisa menjalankan perintah kompleks dan bekerja secara mandiri,” jelas Adit, Senin (9/2/2026).

Ia mencontohkan, kemunculan teknologi AI seperti open cloud dapat dikendalikan dari jarak jauh dan digunakan untuk aktivitas digital. Kondisi tersebut, membuat sebagian pengguna memilih menggunakan perangkat khusus demi menjaga keamanan data pribadi mereka. 

Adit juga menegaskan bahwa kemampuan AI dalam meniru suara, wajah dan gestur manusia semakin sulit dibedakan dari yang asli. Hal ini berpotensi dimanfaatkan untuk penipuan, manipulasi informasi, hingga kejahatan siber. “Sekarang AI sudah bisa meniru suara dan wajah hampir sempurna. Ini sangat berbahaya kalau jatuh ke tangan yang salah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI yang berlebihan tanpa kontrol dapat berdampak pada menurunnya kemampuan berpikir kritis manusia. AI sejatinya diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia, khususnya tugas-tugas repetitif dan administratif. “AI seharusnya dimanfaatkan untuk brainstorming dan membantu pekerjaan yang kurang esensial, bukan menggantikan sepenuhnya peran manusia,” jelasnya.

Ia menilai bahwa penelitian mengenai perlindungan AI masih terus dikembangkan untuk memastikan teknologi ini tetap aman dan sesuai dengan batasannya. Ia menambahkan bahwa setiap pengembang dan institusi perlu mematuhi standar keamanan serta melakukan peninjauan berkala demi melindungi kepentingan publik .

Adit menegaskan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Edukasi literasi digital dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa mengabaikan aspek etika, keamanan dan kemanusiaan.  

Posting Komentar

0 Komentar