SOLO - Penguatan peran orang tua dalam mendampingi anak di tengah arus digital menjadi sorotan utama dalam sosialisasi parenting yang digagas mahasiswa KKNDik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Kedunglumbu, Wonogiri.
“Edukasi ini menekankan pentingnya membentuk generasi beradab dan giat belajar, terutama dalam menghadapi tantangan penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar,” ungkap Ketua KKNDik Kelompok 6 UMS, Muhammad Dicki Reynaldi, Kamis (19/2/2026).
Dicki menerangkan, dalam sosialisasi parenting tersebut mengundang psikolog Muhammad Machbub Aozai, S.Psi., M.Psi., yang menegaskan bahwa kecanduan gawai dapat berdampak pada menurunnya kedisiplinan, fokus belajar, hingga perubahan perilaku anak.
Dalam penerapannya, Machbub berpesan kepada orang tua untuk menetapkan batasan penggunaan gadget sekaligus membangun komunikasi yang hangat dan terbuka di rumah.
Selain pengendalian penggunaan gawai, narasumber menekankan penguatan adab dan karakter menjadi poin penting yang disampaikan. Anak-anak perlu dibiasakan bertutur kata santun, menghormati guru, serta memiliki sikap tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sekolah.
Pada kegiatan tersebut, orang tua juga diedukasi untuk lebih intensif mendampingi proses belajar anak. Pendampingan tidak sekadar memastikan tugas selesai, tetapi juga membangun kemandirian, rasa percaya diri, dan kemampuan anak dalam memecahkan masalah.
Materi sosialisasi turut menekankan pentingnya keselarasan pola didik antara rumah dan sekolah. Ketika nilai-nilai kedisiplinan dan adab ditanamkan secara konsisten di dua lingkungan tersebut, pembentukan karakter anak akan berjalan lebih optimal.
Dicki mendapatkan temuan di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan adab dalam komunikasi siswa terhadap guru serta rendahnya kedisiplinan dalam mengerjakan tugas.
“Kondisi ini menjadi refleksi bersama bahwa pendidikan karakter membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan,” pesan Dicki.
Antusiasme wali murid terlihat dari diskusi interaktif yang membahas strategi praktis mengatur waktu belajar, penggunaan media sosial yang bijak, hingga cara membangun kebiasaan positif dalam keluarga. Dialog tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus solusi.
Kepala Sekolah MIM Kedunglumbu, Taufiqurrohman, S.Pd., M.Pd., menyambut baik inisiatif tersebut sebagai langkah konkret memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua. Ia berharap pendampingan di rumah dapat selaras dengan pembiasaan yang sudah diterapkan di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKNDik) UMS Kelompok 6 yang dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kedunglumbu yang telah sukses terlaksana pada Kamis (12/2/2026). Sosialisasi parenting ini menyasar wali murid kelas 1 hingga kelas 6 sebagai upaya preventif memperkuat pendidikan karakter sejak dini.
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa UMS kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sinergi antara kampus, sekolah, dan keluarga diharapkan terus terjalin demi mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan adaptif di era digital.

0 Komentar