Ticker

6/recent/ticker-posts

Mencetak Dokter Profesional: FK UMS Bekali 147 Calon Dokter Muda dengan Standar Klinis dan Etika Global

Sebanyak 147 dokter muda UMS mengikuti prosesi sumpah dokter muda periode 41 pada 21 Februari 2026. Foto: Ist. 


SOLO  - Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, tetapi tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan bagaimana proses itu dibentuk secara sistematis sejak mahasiswa memasuki tahap profesi.

Bagi calon mahasiswa baru, FK UMS menghadirkan sistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi pada pembentukan karakter dan profesionalisme dokter masa depan.

“Setiap mahasiswa dipersiapkan dengan standar keselamatan pasien, etika kedokteran, hingga kesiapan menghadapi dinamika dunia klinik,” terang Dekan FK UMS, Dr. dr. Flora Ramona Sigit Prakoeswa, M.Kes., Sp.DVE., Dipl. STD-HIV/AIDS., FINSDV., FAADV., Selasa (24/2/2026).

Materi Patient Safety dan Student Safety menjadi fondasi utama. Mahasiswa dilatih memahami identifikasi pasien secara tepat, komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, keamanan obat berisiko tinggi, hingga pencegahan risiko infeksi dan jatuh di rumah sakit.

Tak hanya teori, Flora menerangkan bahwa aspek Pengendalian dan Pencegahan Infeksi (PPI) diberikan secara komprehensif, termasuk praktik penggunaan alat pelindung diri (APD) level 1–3, pengelolaan limbah medis, serta standar kebersihan tangan sesuai protokol layanan kesehatan modern.

Kemampuan menghadapi situasi kegawatdaruratan juga diasah melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan penyegaran Basic Life Support (BLS), memastikan mahasiswa siap bertindak cepat dan tepat dalam kondisi kritis.

“FK UMS juga menanamkan nilai etika kedokteran sejak awal, mulai dari etika berinteraksi dengan pasien dan sejawat, etika bermedia sosial bagi tenaga medis, hingga komitmen menjaga kerahasiaan rekam medis pasien,” ungkap Dekan FK UMS itu.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, kesehatan mental calon dokter turut menjadi perhatian. Mahasiswa dibekali strategi menjaga stabilitas emosi, mengelola stres, serta membangun ketahanan psikologis selama menjalani pendidikan klinik.

Pendekatan spiritualitas pun terintegrasi dalam pembelajaran, melalui penguatan nilai keislaman, muhasabah diri, ikhtiar, dan tawakal. Inilah ciri khas pendidikan dokter di UMS yang memadukan kompetensi medis dan nilai moral.

Seluruh penguatan tersebut bukan sekadar konsep, tetapi telah diterapkan dalam rangkaian kegiatan Pembekalan Calon Dokter Muda (Koas) Periode 41 yang digelar pada 11–20 Februari 2026.

Pembekalan tahap awal dilaksanakan di lingkungan FK UMS dengan penguatan kurikulum pendidikan profesi dokter, sistem akademik, administrasi dokter muda, hingga panduan logbook dan laporan Interprofessional Education (IPE).

Tahap berikutnya berlangsung di RSUD Dr. Harjono S Ponorogo sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama, di mana mahasiswa mendapatkan materi standar akreditasi rumah sakit, mutu layanan, serta integrasi pendidikan dalam pelayanan kesehatan.

Materi proteksi kebakaran dan jalur evakuasi diberikan bersama tim Diklat RSU Pusat Surakarta, sementara penyegaran BLS didukung Tim Code Blue dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

Rangkaian pembekalan ditutup dengan penguatan etika dan spiritualitas sebelum mahasiswa resmi memasuki tahap klinik di rumah sakit jejaring. Sebanyak 147 dokter muda kemudian mengikuti Prosesi Sumpah Dokter Muda Periode 41 pada 21 Februari 2026 sebagai penanda dimulainya pendidikan klinik mereka. 

 

Posting Komentar

0 Komentar