
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi jajaran Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah, di ruang kerja gubernur, Rabu (11/2/2026). Foto : Ist.
SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan masyarakat untuk laksanakan program prioritas mengenai pelestarian lingkungan. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi jajaran Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah, di ruang kerja gubernur, Rabu (11/2/2026).
Pertemuan tersebut mengerucut pada isu lingkungan hidup, mulai dari penanaman mangrove, pengelolaan sampah, hingga target zero sampah Tahun 2029 yang dicanangkan pemerintah pusat. “Kita punya banyak program terkait dengan lingkungan. Ada Mageri Segoro, tentang sampah juga ada,” kata dia.
Dia menjelaskan, gerakan Mageri Segoro atau perlindungan pesisir melalui penanaman mangrove sebenarnya sudah diawali sejak menjabat Kapolda Jateng. Namun, yang ditekankan pentingnya keberlanjutan dan perawatan pasca penanaman.
Terkait pengelolaan sampah, Luthfi menyebutkan, pentingnya skema penanganan berbasis kapasitas wilayah. Daerah dengan produksi sampah di atas 1.000 meter kubik per hari, pengelolaan harus dipusatkan pada satu TPA regional, seperti di Kota Semarang. Sementara untuk daerah dengan volume lebih kecil, kewenangan berada di kabupaten/kota.
“Kalau itu di bawah 100 ribu dan seterusnya, itu kewenangannya di kabupaten/kota. Nah nanti monggo mau nempel ke mana, karena 2029 targetnya adalah zero sampah,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia mengatakan, siap mendukung program lingkungan yang telah berjalan di Jawa Tengah, termasuk gerakan perlindungan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove dan pengolahan sampah.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik oleh Pak Luthfi. Terkait dengan program asli yang diinisiasi Jawa Tengah, insyaallah kami siap bersama-sama menggerakkan program tersebut, termasuk mendukung gerakan Mageri Segoro melalui penanaman mangrove serta pengolahan sampah,” bebernya.
Ia menambahkan, Nasyiatul ‘Aisyiyah juga memiliki program “Ibu Jaga Bumi” yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemprov Jateng di sektor lingkungan.
Selain agenda lingkungan, PWNA Jateng juga menyampaikan rencana pelaksanaan Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah yang akan digelar di Solo pada Agustus 2026 dan mengundang gubernur untuk hadir.
0 Komentar