SOLO - Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum Pendidikan Jasmani pada Senin (9/2/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) bidang pendidikan jasmani dan olahraga se-Solo Raya sebagai upaya memperkuat daya saing lulusan.
FGD tersebut merupakan langkah strategis Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UMS dalam melakukan revitalisasi dan pemutakhiran kurikulum agar selaras dengan dinamika dunia kerja, perkembangan keolahragaan nasional, serta kebutuhan riil masyarakat. Forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara perguruan tinggi dengan para praktisi, pembina, pengambil kebijakan, hingga pengguna lulusan.
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or., menegaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak dapat hanya bertumpu pada perspektif akademik. Menurutnya, keterlibatan stakeholder menjadi kunci agar kurikulum benar-benar kontekstual dan aplikatif.
“FGD ini kami laksanakan untuk menampung saran dari para stakeholder sebagai pelaku olahraga dan pengguna lulusan. Kami berharap, melalui masukan dari berbagai pihak, kurikulum yang sedang kami susun dapat semakin memperkuat profil lulusan Pendidikan Jasmani, sehingga sesuai dengan kebutuhan tenaga olahraga di masyarakat dan kondisi riil di lapangan,” jelas Eko, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan industri olahraga, serta tuntutan kompetensi lulusan di era saat ini mengharuskan adanya penyesuaian kurikulum yang lebih adaptif. Seluruh hasil diskusi dan sumbang pemikiran peserta FGD, lanjut Eko, akan menjadi bahan utama penyempurnaan dokumen kurikulum.
“Insyaallah, hasil dari FGD ini akan kami gunakan sebagai dasar penyempurnaan kurikulum yang sedang kami susun dan akan diterapkan pada mahasiswa baru pada semester depan. Revitalisasi kurikulum ini kami arahkan untuk menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia olahraga di masyarakat sesuai kepakaran masing-masing,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa kurikulum Pendidikan Jasmani FKIP UMS tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi pedagogik sebagai calon guru, tetapi juga mengakomodasi penguatan kompetensi kepelatihan, pembinaan olahraga, manajemen olahraga, serta pengembangan profesi keolahragaan yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki fleksibilitas kompetensi dan mampu berkiprah di berbagai sektor keolahragaan.
FGD ini melibatkan beragam unsur stakeholder, di antaranya Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Muhammadiyah, Dinas Pendidikan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota se-Solo Raya, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SD, SMP, dan SMA sederajat, guru olahraga, perwakilan klub olahraga, serta alumni Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UMS.
Kehadiran berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai kebutuhan kompetensi lulusan dari sudut pandang sekolah, lembaga olahraga, organisasi pembina, hingga dunia kerja sektor keolahragaan. Dalam forum tersebut, peserta secara aktif memberikan masukan terkait profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, serta penguatan praktik lapangan.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu akademik melalui kurikulum yang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebijakan pendidikan nasional, serta kebutuhan masyarakat.
FGD ini, lanjutnya, sekaligus menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, dunia pendidikan, dan dunia olahraga dalam menciptakan sumber daya manusia olahraga yang unggul, profesional, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan jasmani dan olahraga, khususnya di wilayah Solo Raya.

0 Komentar