Ticker

6/recent/ticker-posts

Sebanyak 25 Ribu Pemuda Manfaatkan Kartu Zilenial, Komisi X DPR RI Dorong Jangkauan Program Diperluas

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno saat menerima Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI di Gedung A Lantai 2 Setda Provinsi Jawa Tengah. Foto : Ist.

SEMARANG –
Program Kartu Zilenial besutan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), direspons positif kalangan generasi muda. Hingga Rabu, (4/2/2026), pukul 14.30 WIB, tercatat sebanyak 25.072 pemuda telah mendaftar dan memanfaatkan program tersebut sebagai sarana pengembangan diri, keterampilan serta kewirausahaan.

Capaian ini mengemuka dalam Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI terkait spesifik bidang kepemudaan dalam rangka menjaring masukan tentang pemberdayaan pemuda di Provinsi Jawa Tengah, di Gedung A Lantai 2 Setda Provinsi Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, Kartu Zilenial merupakan salah satu wujud komitmen kuat Gubernur Jawa Tengah dalam menyiapkan generasi muda agar mampu berkembang sesuai potensi dan kompetensinya. 

Melalui program ini, pemerintah melakukan identifikasi minat dan bakat pemuda, kemudian menghubungkannya dengan berbagai peluang pelatihan, pengembangan keterampilan, hingga kewirausahaan.

"Pak Gubernur juga ada program Kartu Zileneal yang mengidentifikasi peminatan anak-anak muda, nanti juga kita korelasikan dengan pihak-pihak lain untuk mereka bisa berkembang dan bisa berusaha sesuai dengan kompetensinya," kata Sumarno, mewakili Gubernur Jateng. 

Ia menjelaskan, Jawa Tengah memiliki sekitar 8,5 juta pemuda usia 15 – 29 tahun atau sekitar 22,5 persen dari total penduduk. Potensi besar tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan kebijakan yang mendorong pemuda menjadi lebih berdaya saing dan mandiri.

Sumarno menilai, saat ini perekonomian banyak ditopang oleh kreativitas anak muda. Sehingga keberpihakan kebijakan kepada generasi muda menjadi sangat penting. Kartu Zilenial diharapkan menjadi pintu masuk bagi pemuda untuk mengakses berbagai program pemberdayaan yang disiapkan pemerintah daerah.

"Sekarang situasinya kan sebenarnya perekonomian itu kreativitasnya ada di anak-anak muda, kita dorong terus," tegasnya.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi menambahkan, Kartu Zilenial memuat beragam layanan. Mulai dari pelatihan kepemudaan, penguatan soft skill dan hard skill, hingga program kewirausahaan.

Ia menyebutkan, selain puluhan ribu pendaftar, Pemprov Jateng juga telah mendidik sekitar 400 pemuda menjadi wirausaha muda di tingkat kecamatan pada sejumlah wilayah, seperti Solo, Semarang dan Pekalongan. Program ini akan terus dikembangkan secara bertahap ke daerah lain sesuai dengan ketersediaan anggaran.

"Ini bertahap, berjenjang, dan disosialisasikan kepada para pemuda agar tergabung di dalam kartu Zilenial tersebut," ujarnya. 

Menurut Masrofi, minimnya kesempatan kerja menjadi salah satu alasan mengapa penguatan kewirausahaan menjadi fokus utama. Melalui Kartu Zilenial, pemuda diarahkan agar tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri. "Pelatihan yang pernah kami berikan adalah conten creator, dan itu sudah berjalan," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Kunker Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati turut mendorong agar jangkauan program kartu zilenial terus diperluas sehingga makin banyak anak muda yang menikmati. "Jumah anak muda di Jateng hampir 9 juta, saya kira program ini harus terus diperluas jangkauannya," tegas Esti.

Selain soal keterampilan dan kewirausahaan, Komisi X DPR RI juga menyerap aspirasi sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang hadir. Yakni, terkait akses pendidikan, beasiswa serta ruang belajar yang aman bagi pemuda.

Posting Komentar

0 Komentar