Ticker

6/recent/ticker-posts

UMS Mendorong Profesionalisme Ormawa Berorientasi Pengabdian

Penyampaian Materi oleh Wakil Rektor I UMS, Prof Ihwan Susila S.E M.Si Ph.D. Foto : Ist.

SURAKARTA -
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) fungsionaris Organisasi Kemahasiswaan atau Ormawa sebagai pembuka rangkaian penguatan kapasitas organisasi mahasiswa, Rabu (11/2/2026), di Hotel Syariah Lorin Solo. 

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa aktivis ORMAWA tingkat universitas maupun fakultas sebagai langkah strategis membangun kualitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi yang lebih profesional.
LKMM diawali dengan materi bertema Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan yang disampaikan oleh Prof Ihwan Susila S.E  M.Si Ph.D selaku Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi UMS. 

Dia menekankan pentingnya integrasi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi dalam menjalankan organisasi secara efektif dan efisien, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keilmuan dan keislaman sebagai identitas UMS.

Dalam sesi diskusi bersama mahasiswa, salah satu mahasiswa memaparkan keresahan terkait fenomena menurunnya minat mahasiswa dalam mengikuti Ormawa. Berbagai tanggapan dan pengalaman dari peserta khususnya terkait tantangan rekrutmen dan rendahnya komitmen anggota baru. 

Menanggapi hal tersebut, Ihwan memaparkan tiga langkah strategis yang dapat dilakukan Ormawa untuk memperkuat branding organisasi agar lebih diminati. Pertama, organisasi harus dibangun untuk orang lain. Ormawa perlu hadir untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa secara luas, bukan hanya berorientasi pada kepentingan internal pengurus. Program kerja harus dirancang berbasis kebutuhan nyata sehingga organisasi benar-benar dirasakan manfaatnya. 

Kedua, organisasi harus aktif menunjukkan aktivitas yang dilakukan. Publikasi kegiatan, proses kerja dan kontribusi nyata menjadi penting agar eksistensi organisasi terlihat dan dipahami oleh mahasiswa. 
Ketiga, Ormawa perlu menonjolkan prestasi-prestasi yang telah diraih, baik akademik maupun non-akademik, sebagai bagian dari citra positif dan kebanggaan kolektif.

 “Mahasiswa harus menjadi agent of change, bukan sekadar pengikut arus. Organisasi adalah ruang belajar kepemimpinan dan pengabdian,” tegasnya.

Ihwan juga menekankan bahwa organisasi mahasiswa perlu membangun budaya yang kuat, menjunjung musyawarah, efektivitas, dan keteladanan dalam setiap gerak langkahnya. Dengan demikian, Ormawa tidak hanya menjadi wadah formal, melainkan laboratorium kepemimpinan yang membentuk karakter, integritas, serta kapasitas mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

Melalui materi pertama dalam rangkaian LKMM ini, fungsionaris Ormawa UMS diharapkan mampu merumuskan strategi organisasi yang adaptif, inovatif, dan berdampak. Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk meneguhkan komitmen bahwa mahasiswa UMS adalah agen perubahan yang siap memimpin, berkolaborasi dan membawa organisasi mahasiswa menuju arah yang lebih progresif, berkelanjutan, dan berlandaskan nilai keislaman.

Posting Komentar

0 Komentar