SEMARANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut Jawa Tengah sebagai indikator kunci keberhasilan program nasional. Menurutnya, jika program strategis pemerintah berjalan baik di provinsi ini, maka keberhasilan secara nasional akan mengikuti.
“Biasanya kalau Jawa Tengah sukses, seluruh Indonesia juga ikut sukses. Kuncinya Indonesia itu ada di Jawa Tengah,” ujar Zulkifli saat memimpin Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Selasa, 3 Maret 2026.
Ia mengapresiasi soliditas Gubernur Ahmad Luthfi beserta jajaran kepala daerah di kabupaten/kota dalam mendukung kebijakan pusat, khususnya di sektor pangan dan penguatan ekonomi rakyat.
Zulkifli menegaskan, MBG bukan sekadar program gizi, melainkan strategi membangun sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi. Tahun ini, MBG ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat secara nasional.
“Kalau satu anak makan satu telur sehari, berarti kita butuh 82,9 juta telur per hari. Artinya peternak, petani, semua ikut bergerak. Inilah gerakan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia juga mendorong integrasi MBG dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, BUMDes, dan UMKM agar pusat pertumbuhan ekonomi lahir dari desa.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Jawa Tengah mendukung penuh program prioritas nasional.
“Program MBG bukan sekadar pemberian makan bergizi, tetapi investasi strategis membangun SDM sekaligus mendorong ekonomi di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Tengah siap menopang kebutuhan program melalui penguatan produksi dan perlindungan lahan pertanian.

0 Komentar