SOLO - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jamaah Sungai Besar, Selangor, Malaysia. Kerja sama dituangkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat internasionalisasi UMS sekaligus implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat lintas negara.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh perwakilan UMS, Prof. Supriyono, Ph.D., dan diserahkan oleh Ketua Pengabdian UMS, Dr. Muh. Nur Rochim Maksum, S.Pd.I, M.Pd.I. Dari pihak mitra, dokumen kerja sama diterima langsung oleh Nor Hawani binti Harun selaku Pengetua Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jamaah. Kedua institusi sepakat menjadikan kerja sama ini sebagai payung berbagai program akademik dan sosial yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan Islam di Malaysia.
Sebagai implementasi awal dari kerja sama tersebut, UMS melaksanakan program pengabdian bertajuk “Pencegahan Bullying: Pendekatan Edukasi dan Psikososial di SAM Tengku Ampuan Jemaah Sungai Besar Selangor Malaysia.”
“Program ini memadukan edukasi karakter, literasi kesehatan mental, serta penguatan sistem dukungan sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif,” ungkapnya, Muh Nur Rochim, Senin (9/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, UMS juga menyelenggarakan bengkel peningkatan kompetensi guru yang berfokus pada deteksi dini perundungan, manajemen kelas berperspektif psikososial, serta strategi pendampingan siswa berbasis empati. Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mengidentifikasi potensi bullying sejak dini dan memberikan intervensi yang tepat bagi siswa.
“Selain penguatan bagi tenaga pendidik, program ini turut melibatkan siswa dalam upaya menciptakan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan pelajar, simulasi empati, serta kampanye budaya saling menghormati dilakukan untuk mendorong siswa menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah,” paparnya.
Skema kegiatan ini sejalan dengan semangat Tridarma Perguruan Tinggi, di mana pengabdian kepada masyarakat berpadu dengan pengembangan pendidikan serta penelitian terapan yang memberikan dampak langsung bagi komunitas.
Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang kerja bersama yang berkelanjutan antara kedua institusi. Sementara itu, Nor Hawani binti Harun menegaskan bahwa kemitraan dengan UMS diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran dan pengembangan karakter siswa di sekolahnya.
“Ke depan, kedua pihak berharap kerja sama ini dapat berkembang dalam bentuk riset bersama, pertukaran akademik, hingga program pengabdian lanjutan yang memberikan manfaat luas bagi komunitas pendidikan di Indonesia dan Malaysia,” kata Nor Hawani.

0 Komentar