SOLO - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Yuanisya Arrafiu mahasiswa angkatan 23, mengikuti Southeast Asian (SEA) Teacher yang digelar di Filipina.
Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di lingkungan pendidikan internasional, sekaligus memahami dinamika pembelajaran lintas budaya.
Selama pelaksanaan program, Yuanisya ditempatkan di Dioscoro T. Tejada Elementary School, yang berlokasi di Agbalogo, Makato, Aklan. Ia berperan sebagai asisten guru dengan membantu proses pembelajaran, seperti melakukan pengecekan tugas serta memberikan penilaian kepada siswa.
Yuanisya juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan demo teaching dan mengajar langsung menggunakan bahasa Inggris, hal itu, menurutnya menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan tersendiri selama mengikuti kegiatan itu.
“Pengalaman pertama mengajar dengan bahasa Inggris membuat saya cukup gugup. Namun, siswa di sana sangat aktif dan menghargai keberadaan saya sebagai pengajar,” ungkap Yuanisya, Sabtu (21/2/2026).
Selain mengajar di jenjang sekolah dasar dan senior high school pada mata pelajaran Business 1, Yuanisya juga dipercaya untuk mengajar di tingkat perguruan tinggi pada mata kuliah Mathematics of Investment.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kompetensi pedagogik, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam menyampaikan materi di lingkungan akademik internasional.
Lebih lanjut, Ia juga berkesempatan menyampaikan pidato mengenai kesan dan pesan selama mengikuti program SEA-Teacher di Filipina. Dalam pidatonya, Yuanisya mengungkapkan rasa antusiasmenya meskipun merasa tertekan dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tekanan tersebut menjadi insight baru baginya dalam dunia pendidikan.
“Program ini sangat seru sekaligus menantang. Saya merasa cukup tertekan karena proses mengajar juga menjadi bagian dari penilaian oleh guru di ACC. Namun pengalaman ini memberikan banyak pembelajaran bagi saya, baik dalam hal mengajar maupun beradaptasi di lingkungan baru,” tambahnya.
Program SEA-Teacher diakhiri dengan kegiatan final demonstration serta closing ceremony yang diselenggarakan oleh Aklan Catholic College. Yuanisya bersama peserta lainnya menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dalam mengikuti program tersebut.
Melalui program SEA Teacher, Yuanisya tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar di tingkat internasional, tetapi juga memperluas wawasan mengenai praktik pendidikan di negara lain. Hal ini menunjukkan peran UMS dalam mendukung mahasiswanya untuk mengekpansikan diri di tingkat internasional.

0 Komentar