SOLO – Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan tak hanya menginspirasi bangsa Indonesia, tetapi juga melintasi batas negeri. Semangat perjuangannya mampu meneguhkan hati Alwy Ahmed, mahasiswa internasional asal Kenya yang semakin mencintai Muhammadiyah setelah mendalami kisah hidup Sang Pencerah.
Alwy yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), juga aktif menulis buku tentang Muhammadiyah. Tulisan tertuang dalam 4 buku, yaitu (1) The Light of Ahmad Dahlan: Lentera Ahmad Dahlan, (2) Embraced by His Beauty: A Spiritual Journey to Allah, (3) The Ruby of Revelation, dan (4) Beacons of Enlightenment: The Lives and Legacies of Ahmad Dahlan and Siti Walidah.
Kedekatannya dengan Muhammadiyah berawal dari rasa penasaran saat pertama kali melihat nama KH Ahmad Dahlan di berbagai sudut kampus.
“Saya mulai membaca tentang beliau di internet, lalu diperdalam saat bertemu dengan dosen saya, Dr. Ari Anshori. Beliau mengenalkan saya pada sejarah Muhammadiyah dan saya sangat terkesan dengan keteladanan KH Ahmad Dahlan,” tutur Alwy, Rabu (27/8/2025).
.jpeg)
“Ketika kau menginginkan, kau mengagumi. Ketika kau mengagumi, kau menginspirasi. Ketika kau menginspirasi, kau bercita-cita, sebelum kau mati,” ungkapnya.
Kekagumannya pada Muhammadiyah mendorong Alwy untuk berkontribusi lebih.
“Sebelum meninggalkan UMS, saya ingin mengikuti kegiatan volunteer. Saya ingin berbagi cerita kepada mahasiswa yang lain untuk bisa merasa terinspirasi tentang Muhammadiyah” jelasnya.
Selain aktif membaca literatur Muhammadiyah di perpustakaan kampus, Alwy kerap menghabiskan waktu di masjid untuk memperdalam pemahaman tentang filantropi dan dakwah.
Ia menegaskan, cita-citanya selama di UMS bukan sekadar meraih prestasi akademik, melainkan juga meninggalkan jejak pengabdian.
“Saya ingin ketika lulus nanti, bisa mengatakan bahwa saya telah memberi kontribusi nyata, khususnya melalui perpustakaan dan kegiatan mahasiswa internasional. Itu mimpi saya,” ujarnya.
Bagi Alwy, keterlibatannya di UMS menjadi jalan untuk meneladani semangat Ahmad Dahlan. Bahkan, ia berharap setiap mahasiswa baru mendapatkan pengenalan khusus tentang pendiri Muhammadiyah agar dapat merasakan spirit yang sama.
“Bayangkan, saya datang jauh dari Kenya dan justru saya yang mengusulkan agar setiap orientasi mahasiswa dikenalkan pada Ahmad Dahlan. Itu karena saya percaya, kisah beliau mampu menginspirasi siapa saja,” tuturnya.
Alwy percaya, pengenalan nilai perjuangan dan kepedulian sosial yang diwariskan Ahmad Dahlan sangat penting ditanamkan sejak awal mahasiswa bergabung dengan UMS.
0 comments:
Posting Komentar